Uskup Gereja Katolik “Bawah Tanah” China Meninggal Dunia

SHANGHAI, KOMPAS.com — Kepala gereja Katolik “bawah tanah” Shanghai, Uskup Joseph Fan Zhongliang, meninggal dunia dalam usia 97 tahun, pada Minggu (16/3/2014), di kediamannya setelah menderita demam tinggi selama beberapa hari.

Kabar ini disampaikan Yayasan Kardinal Kung AS, yang dalam kegiatannya fokus untuk mendorong kebebasan gereja Katolik di China. Uskup Joseph Fan selama dua dekade terakhir berstatus tahanan rumah Pemerintah China.

Pemerintah China hanya mengakui gereja Katolik yang dikontrol pemerintah. Namun, umat Katolik negeri itu biasanya beribadah di gereja pemerintah maupun gereja “bawah tanah”.

Yayasan Kardinal Kung mengatakan, Pemerintah China menolak permintaan umat Katolik untuk menggunakan Katedral Shanghai sebagai tempat misa penghormatan mendiang Uskup Joseph.

Sebuah foto yang tersebar di media sosial menampilkan peti jenazah sang uskup disemayamkan di sebuah rumah duka dengan sebuah misa yang dipimpin seorang pastor.

Diperkirakan di China terdapat sekitar 12 juta umat Katolik, yang terbagi antara gereja pemerintah dan gereja “bawah tanah”.

Rezim komunis China memutuskan hubungan diplomatik dengan Vatikan pada 1951, dan meski hubungan kedua negara membaik dan populasi umat Katolik China bertambah, kedua negara masih berseberangan soal otoritas terkait pemilihan para agamawan.

Shanghai dianggap sebagai sebuah keuskupan penting terkait hubungan sejarah kota itu dengan Gereja Katolik. Shanghai adalah kota kediaman Xu Guangqi, salah seorang tokoh yang menjadi Katolik di bawah arahan misionaris Italia, Matteo Ricci, pada abad ke-16.