China Bangun Bandara di Puncak Gunung

BEIJING, KOMPAS.com – Saat bandara ini dibuka pada akhir Agustus mendatang para pilot akan menghadapi salah satu bandara paling sulit dan paling berbahaya di dunia untuk didarati.

Pemerintah China saat ini tengah membangun sebuah bandara baru di kota Hechi, di pegunungan Guangxi, di sebelah barat daya negeri itu. Bandara yang berharga sekitar Rp 1,7 triliun dibangun di ketinggian 671 meter di atas permukaan laut, tepatnya di atas 65 puncak gunung.

“Kami mengirim orang dengan membawa peledak. Mereka menggali lubang, menanam peledak itu dan meledakkan puncak-puncak gunung itu. Itu adalah satu-satunya cara meratakan daerah tersebut. Lalu setelahnya kami isi lembah-lembah di antara gunung,” kata Wei Yuanzhe, juru bicara perusahaan yang mengelola bandara itu.

Bandara itu memiliki landas pacu sepanjang 2.000 meter dengan lebar 45 meter. Sementara di satu sisi pacu terdapat tebing curam sedalam 335 meter. Dengan kondisi bandara seperti itu maka mendarat di bandara Hechi tak beda dengan mendaratkan pesawat terbang di atas sebuah kapal induk.

“Kami merencanakan pembangunan bandara ini sejak 2001 dan butuh waktu panjang untuk memastikan bahwa pembangunan ini bisa dilaksanakan,” tambah Wei.

“Sebenarnya kami mencari lokasi lain, namun akhirnya kami putuskan bahwa lokasi saat ini adalah yang paling rendah tingkat kesulitannya,” ujar Wei.

Wei melanjutkan, selama lima tahun pembangunan bandara ini tidak ada satupun kecelakaan konstruksi, termasuk dalam uji coba. Saat bandara ini dibuka, maka kota Hechi akan menjadi transit rute Chongqing, di China tengah, menuju kota Haikou, di China selatan.