G77 Plus China: Hapus Kemiskinan pada 2030 dan Hapus Dewan Keamanan PBB!

SANTA CRUZ DE LA SIERRA, KOMPAS.com – Pertemuan puncak para pemimpin G77 plus China, Minggu (15/6/2014), mengemas pesan untuk mengakhiri kemiskinan pada 2030, setelah muncul pula permintaan penghapusan dewan keamanan PBB yang diajukan Presiden Bolivisa Evo Morales.

Sebagian besar kesepakatan yang dibuat di pertemuan ini telah lebih dulu dirancang di New York oleh 133 utusan negara anggota kelompok tersebut. Di dalamnya termasuk tujuan pertemuan.

Dalam rumusan tersebut, tujuan yang ingin dicapai konferensi tingkat tinggi ini adalah mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berkedaulatan nasional atas sumber daya alam, sebagaimana isu yang menjadi perhatian utama China sebagai negara dengan perekonomian terkuat kedua di dunia dan seiring meningkatnya kekuatan Amerika Latin.

“Mengakhiri kemiskinan adalah masalah terbesar yang dihadapi oleh dunia dan sangat diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan,” kata pernyataan yang dibacakan oleh tuan rumah Duta Besar Bolivia untuk PBB Sacha Llorenty, pada hari terakhir dari KTT di Santa Cruz, pusat bisnis yang dinamis di negara ini.

“Kami menekankan bahwa pemberantasan kemiskinan harus terus menjadi tujuan utama dan kekuatan pendorong di balik agenda pembangunan pasca-2015,” lanjut pernyataan tersebut, sembari menyebut kemiskinan merupakan penghinaan atas martabat manusia. Sebelumnya, para pemimpin negara-negara ini telah membahas masalah tatanan ekonomi dunia baru dan sistem internasional yang lebih adil.

Sementara itu, Morales, seorang pemimpin keras beraliran kiri Amerika Latin dan presiden kelompok pada saat ini, menyerukan penghilangan hierarki dunia. “Dewan Keamanan PBB harus dihilangkan karena telah mendorong perang dan invasi oleh kekuatan imperialisme untuk sumber daya alam yang tepat dari negara-negara yang diinvasi,” katanya.

Morales, yang terpilih secara demokratis sebagai presiden pribumi pertama di negara termiskin di Amerika Selatan, juga menyerukan penggantian lembaga-lembaga keuangan seperti Dana Moneter Internasional (IMF).

Dengan pembelian besar komoditas dan ekspor barang yang diproduksi untuk wilayah, China dalam beberapa tahun terakhir telah muncul sebagai mitra dagang utama negara-negara Amerika Latin.

China bukan anggota G77 tetapi berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi ini antara lain untuk perluasan hubungan perdagangan di kawasan tersebut, sekalipun tanpa kehadiran Presiden China Xi Jinping. KTT ini sekaligus merupakan peringatan 50 tahun berdirinya kelompok negara-negara ini, seiring bertambahnya anggota dari 77 negara menjadi 133 negara.

%d blogger menyukai ini: