Jelang Piala Dunia, Penjualan Surat Izin Sakit Palsu di China Marak

BEIJING, KOMPAS.com – Perhelatan Piala Dunia di Brasil menimbulkan masalah untuk para penggemar sepak bola khususnya di Asia. Salah satu masalah yang paling sulit dihindari adalah perbedaan waktu yang terlalu besar.

Perbedaan 11 jam antara Brasil membuat sebagian besar pertandingan Piala Dunia ditayangkan rata-rata pada pukul 03.00 dini hari.  Sehingga bola mania di negeri Tirai Bambu harus begadang, dan tentunya hal itu akan mengganggu saat mereka harus bekerja di keesokan harinya.

Kondisi ini bagi beberapa orang membuka peluang bisnis, contohnya beberapa orang menjual surat izin sakit palsu bagi para karyawan yang terlalu mengantuk untuk bekerja setelah begadang menonton sepak bola.

Surat-surat izin sakit palsu lengkap dengan catatan dokter itu dihargai hingga 300 yuan atau sekitar Rp 560.000.

“Para karyawan yang penggila sepak bola yang ingin bolos sehari untuk menyaksikan Piala Dunia di Brasil bisa mendapatkan surat izin dokter secara online,” demikian dikabarkan harian Global Times.

Wartawan harian Telegraph, melakukan percobaan dengan memesan surat izin sakit itu untuk menghindari giliran kerja pada Minggu setelah menyaksikan pertandingan Italia melawan Inggris di malam sebelumnya.

Di China, pertandingan Inggris melawan Italia disuarkan pada pukul 06.00 pada Minggu (15/6/2014).  Ternyata, surat yang diperoleh sangat terlihat asli, lengkap dengan catatan medis dari depaerteman kesehatan pernafasan RS Ruijin, salah satu rumah sakit terbaik di Shanghai.

“Diagnosis: infeksi saluran pernafasan atas. Saran: Istirahat selama satu hari,” demikian isi dokumen berwarna biru itu.

Ternyata, surat itu sudah dibuat sepekan lalu oleh para pemalsu dari sebuah perusahaan bernama Shanghai Sick Notes.

“Kami sudah mendengar soal surat izin sakit palsu ini namun belum pernah melihatnya,” kata seorang staf RS Ruijin, Shanghai.

Namun, tak selamanya surat izin palsu ini berhasil mengelabui atasan seorang karyawan.
“Palsu. Atasan saya mengetahuinya dan saya sekarang dipecat. Dasar pembohong!” seorang pemberi surat izin mengecam lewat dunia maya.

Tak hanya di Shanghai, pemalsu surat sakit ini juga beraksi di Nanjing dan Beijing. Padahal pelaku yang menjual surat izin palsu seperti ini terancam hukuman penjara maksimal selama lima tahun.

%d blogger menyukai ini: