Gandeng Master Chinkung, UIN Jakarta Bangun Pusat Kebudayaan Tionghoa

JAKARTA, KOMPAS.com — Universitas Islam Indonesia (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta akan membangun Pusat Studi Kebudayaan Tionghoa yang fokus pada Kebudayaan Han (Center for the Study of Han Culture). Peletakan batu pertama pembangunan pusat studi ini akan dilangsungkan pada Rabu (14/5/2014) di UIN Syarif Hidayatullah di Ciputat, Tangerang.

“Pembukaan Pusat Studi Kebudayaan Tionghoa di UIN Syarif Hidayatullah bertujuan untuk saling memperkaya budaya antara masyarakat Indonesia dan China,” kata Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat di sela-sela malam ramah tamah di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2014) malam.

Menurut dia, pembukaan pusat studi tersebut juga dimaksudkan untuk menumbuhkan sikap kerukunan umat beragama, mengajarkan budi pekerti dan penghargaan terhadap pluralistik etnik, budaya, dan adat istiadat di Indonesia.

Lembaga tersebut bisa menjadi wadah bagi terjalinnya hubungan baik antara Muslim Tionghoa dengan Muslim Indonesia.

Komaruddin menambahkan, pusat studi tersebut juga akan mengajarkan bahasa Mandarin, kebudayaan Han, yang terdiri dari ajaran Buddha, Konghucu, dan Tao. Selain itu, akan menjadi pusat penelitian studi agama-agama, ceramah agama, dan seminar baik nasional maupun internasional.

Pendapat senada disampaikan Master Chin Kung yang merupakan petinggi agama Buddha dari Tiongkok. Peraih gelar doctor honoris causa di UIN Syarif Hidayatullah pada 2004 ini sangat mengapresiasi pembukaan pusat studi kebudayaan Han tersebut.

“Pendidikan merupakan pendekatan paling fundamental dalam menjaga stabilitas sosial dan perdamaian umat manusia pada masa lalu dan sekarang, baik di Timur maupun Barat,” ujarnya.

Master Chin Kung berharap dukungan dari semua pihak terkait pembangunan lembaga pendidikan tersebut. Rencananya, peletakan batu pertama pembangunan gedung pusat studi kebudayaan akan dilangsungkan pada Rabu (14/5/2014) di UIN Syarif Hidayatullah di Ciputat, Tangerang Selatan, bersamaan dengan pemberian gelar doctor honoris causa kepada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Pusat studi kebudayaan Han ini nantinya akan dilengkapi perpustakaan, museum, laboratorium komputer, ruang kelas, kantin, dan fasilitas pendukung lainnya.

%d blogger menyukai ini: