Gunung dan Air Berpadu di Pencakar Langit Shan-Shui

KOMPAS.com — Pertama di dunia, konsep pencakar langit mengadopsi lukisan lanskap Tiongkok berupa pegunungan, bukit, dan danau. Konsep tersebut diusung oleh MAD, kantor arsitek milik Ma Yansong.

Mereka baru saja memulai prosesi pembangunan Shan-Shui City yang berada persis di tepi selatan Chaoyang Park Plaza, central business district (CBD) Beijing.

Shan-Shui City merupakan proyek properti seluas 120.000 meter persegi, mencakup bangunan komersial, hunian, perkantoran dan ruang publik.

Yang menarik dari proyek ini adalah sepasang pencakar langit setinggi 120 meter yang meniru formasi bebatuan, dikelilingi oleh bangunan perkantoran yang lebih pendek dan gedung hunian yang dirancang untuk menciptakan kebebasan mengembara di hutan pegunungan.

MAD tidak hanya menyajikan estetika sebuah karya arsitektur, tetapi juga fungsional. Terdapat ventilasi dan filtrasi sistem internal yang akan menarik udara alami masuk ke dalam ruangan gedung sehingga mampu menciptakan sistem hemat energi.

Shan-Shui City diklaim sebagai proyek hijau setelah menerima sertifikasi LEED Gold untuk konsep teknologi dan perencanaan yang inovatif, mengubah model tradisional bangunan di kawasan pusat bisnis modern.

Shan-Shui sendiri dalam bahasa Tiongkok berarti “gunung” dan “air”. Konsep ini diinterpretasikan oleh Ma Yansong dalam karya arsitektur yang penuh keseimbangan antara kepadatan kota dan pencakar langit dan pemandangan alam.

Bentuk bangunan menyuarakan pemandangan alam, tepat seperti imajinasi Ma Yansong untuk memperkenalkan alam ke kehidupan perkotaan.

Dengan tawaran konsep yang berbeda, sejumlah kritikus menilai kehadiran Shan-Shui City akan sangat berdampak pada cakrawala dan pemandangan kota Beijing.

%d blogger menyukai ini: